Optimisme membawa kita pada puncak perjuangan dan pengorbanan. Kita optimis bahwa masa depan miliki kita, maka seluruh potensi akan kita keluarkan untuk merealisasikan hal tersebut. Perjuangan dan pengorbanan menuntut sebuah semangat yang kuat dan pasti. Kokoh tak goyah. Seperti seorang atlet marathon yang yakin bahwa di ujung jalan ini terdapat sebuah garis finis. Takkan berhenti berjuang walau jarak 10 kilometer dilaluinya.
Optimisme yang dibangun kita harus selalu diiringi dengan keyakinan yang utuh bahwa Tuhan selalu bertindak sebagai penentu seluruh ikhtiar. Sehingga optimisme akan selalu bersama dengan kepasrahan terhadap kehendak Tuhan.
Kisah sekelompok orang yang takabbur terhadap optimisme yang dibangun tergambar dalam perang Hunain. Saat itu pasukan Muslimin memiliki rekam jejak yang sangat cemerlang. Tidak ada pasukan sehebat kaum Muslimin yang hampir selalu memenangi pertempuran walau dengan jumlah yang lebih sedikit dibandingkan lawan.
Kali ini, dalam perang Hunain, pasukan berbanding satu lawan satu. Di atas kertas pasti kaum Muslimin menang mudah. Hingga sekelompok oknum 'nyeletuk' bahwa "Kita akan menang mudah." Optimis! Lalu kenyataannya, kaum Muslimin dipukul mundur dalam gelombang serangan yang pertama. Walaupun di akhir kisah, kemenangan tetap berada dalam tangan kaum Muslimin.
Apa yang salah?
Lalu dalam kisah Rasulullah saw, saat periode Makkiyah, terjadi pergolakan pemikiran yang dahsyat. Utusan kafir quraisy berangkat menuju Madinah, bertemu kelompok Yahudi di sana untuk berguru. Sampai pulanglah utusan kafir quraisy itu membawa 'oleh-oleh' pertanyaan untuk Nabi Muhammad. Pertanyaan tersebut ialah: bagaimana kisah ash habul kahfi, dan dzulkarnain? Serta apa yang dimaksud dengan ruh?
Maka, ketika mendapat pertanyaan seperti itu, Nabi Muhammad langsung sigap menjawabnya dengan, "Besok akan aku jawab!" Sebagaimana biasanya, bahwa wahyu akan turun ketika Rasulullah mendapati sebuah pertanyaan dan peristiwa tertentu. Tapi ini lain. Wahyu yang biasanya turun, kini tertunda hingga 15 hari. Sedangkan kafir quraisy selalu menanyakan kapan jawaban akan diberikan.
Kesedihan tentu meliputi Rasulullah. Berharap jawaban atas pertanyaan tersebut akan segera datang. Setelah 15 hari berada dalam kegundahan, wahyu tersebut turun. Untuk menjawab pertanyaan tentang ashhabul kahfi dan dzulqarnain, diturunkan surat Al-Kahfi. Sedangkan untuk menjawab perihal ruh, diturunkan surat Al-Israa' 85.
Hal menarik terdapat dalam Surah Al-Kahfi 23-24, dalam akhir kisah tentang Ashhabul Kahfi, Allah berfirman: "Wa laa taquulanna lisyaiin innii faa'ilun dzaalika ghadaa, illa an-yasyaa allah." Jangan sekali-kali kamu mengatakan, 'saya akan melakukan hal ini besok', kecuali dengan mengatakan insyaAllah!
Nah, nyambung kan? Bahwa optimisme kita harus selalu dibarengi dengan insyaAllah, jika Allah menghendaki.









Comments
Figure out how to successfully integrate the terminology you must include in your Web-page coding tags. Keyword consumption will assist you to improve your Search engine marketing. Keywords and phrases that happen in headline tags are weighted much more seriously by search engines like google than keywords and phrases in every other situation. The ideal keywords and phrases needs to be utilized for optimal results.