Cara kedua dalam mencari jalan hidayah adalah melalui orang-orang yang jujur (as-shidiq),yakni orang –orang yang tidak menyembunyikan kebenaran islam dan tindakannya tidak berorientasi duniawi. Melalui orang-orang jujur inilah dakwah islam dapat terlaksana dengan baik. Jalan hidayah yang ketiga adalah melaui As-syuhada yakni orang yang rela mengorbankan jiwa dan raganya untuk agama Allah. Melalui orang-orang ini banyak sekali hikmah yang bias diambil mulai dari kerja kerasnya, pengorbananya, serta tetesan keringatnya yang semuanya secara ikhlas ia lakukan untuk ridha illahi, sudah pasti terdapat jalan hidayah dari orang-orang ini, karena tentunya terdapat perbedaan besar antara orang yang duduk saja dengan orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya.
Dari orang-orang yang memegang kokoh agamanya inilah hidayah islam dapat terwujud. Lantas dari manakah kita memulai mencari jalan hidayah tersebut? Faktanya terdapat anggapan yang berbeda-beda, ada yang memulainya dari yang ketiga , yakni as-syuhada, kemudian terhadap orang-orang yang jujur , dan Para Nabi. Padahal Allah SWT berfirman “ Kalau kamu ingin mengambil jalur hidayah ambilah dari Para Nabi”. Mungkin kita bias mencontoh dan mengambil hikmah dari kisah Syeikh Hasannur Banna, seorang syeikh yang ucapannya kokoh dan sejajar dengan perilakunya, sehingga kata-katanya meresap di hati para pemuda.
Kecintaannya akan dakwah sudah beliau tunjukkan sejak usia dini, salah satunya adalah kisah sederhannya dengan membangunkan orang-orang untuk menunaikan shalat shubuh. Kecintaanya akan ilmu agama juga terlihat dari cita-citanya untuk menjadi seorang guru, hingga kemudian beliau menyelesaikan studinya di Universitas Al-Azhar Mesir. Melihat kondisi umat yang semakin jauh dari islam membuat beliau tergerak untuk membenahi masyarakat. Salah satu tindakan beliau untuk membenahi masyarakat, adalah dengan menghampiri setiap warung kopi. Disetiap warung kopi tersebut beliau menghibur mereka dengan puisi-puisi, sambil berdakwah , secara sabar hingga terbentuklah suatupergerakan.
Pelajaran yang bias kita ambil dari kisah Syeikh Hasan Nur Banna adalah kegigihan beliau untuk menjaga umat , agar tidak terpelincir dari jalan islam. Salah satu sumbangsih beliau dalamdakwah islam, adalah 10 rukunbaiat, yang setiap rukunnya terdiri dari beberapa prinsip .Rukun yang pertama sekaligus yang menjadi tonggak, rukun-rukun sesudahnya adalah al-fahm (paham) yang terdiridari 20 prinsip dalam memahami islam. Mengapa al-fahm menjadi rukun yang pertama?, karena jika seseorang tersebut memiliki pemahaman yang benar akan islam maka akan mudah baginya untuk memahami rukun-rukun setelahnya.
Prinsip yang pertama adalah ;1. Islam adalah sistem yang menyeluruh (seluruh aspek) kehidupan. Islam adalah pemerintahan dan tata Negara, ekonomi dan sosial, kesehatan dan pendidikan, perdamaian dan kesejahteraan. Islam bukanlah sekedar mengurusi masalah mushola. Islam mengurus seluruh masalah umat dalam satu kesatuan, dengan Nabi Muhammad SAW sebagai suri teladan yang diutus untuk seluruh umat.









Comments