Tanggal 23 Januari yang lewat, bidang syiar Masjid Baitul Maal mengadakan sebuah kajian tematik di Gedung I Sekolah Tinggi Akuntansi Negara. Yang menarik dalam kajian ini adalahaang diangkat yaitu "Mengapa Rasul Berperang". Kajian oleh Ust. Hepi Andi Bastoni,Lc dan moderator Setyo Agung Susilo ini, mendapat perhatian yang cukup baik dari mahasiswa STAN. Karena memang biasanya kajian dilaksanakan di MBM, di taman CD, atau Lobby Gedung D. Tetapi acara kali ini dikemas dengan sangat berbeda, dengan hiburan dua Nasyid dari STAN Faith II dan Lunar, serta sound system yang baik pula.

Di samping itu, ada bazar yang turut meramaikan kegiatan ini. Toko Fatahillah MBM membuka lapak di luar ruangan. Baik itu buku dengan diskon 20% dan barang-barang bermanfaat lainnya.
Ustad Hepi mengatakan, Rasul berperang tak pernah memulai duluan. Selalu saja ada yang membuat masalah. Artinya, ada syarat-syarat tertentu yang boleh diperangi dan yang tidak boleh. Lengkapnya bisa dibaca siroh nabawiyah karangan Syafikh syafiyurrahman Al-mubarokfurry yang menjadi pemenang pertama dalam lomba penulisan Sirah Nabawiyah. Bisa dipinjam di Perpustakaan MBM.
Nah beliau juga menyampaikan, bahwa dalam peradaban, Rasulullah saw mencanangkan 5 hal. Yaitu 1)Membangun masjid 2) Menjalin ukhuwah 3) Membangun ekonomi 4) Membuat konstitusi 5) Menyiapkan angkatan bersenjata. Ya ini adalah 5 hal yang sangat penting dalam sistem kenegaraan maupun pemerintahan. Yang perlu disoroti adalah menyiapkan angkatan bersenjata. Mengapa? Mari kita lihat Amerika yang sudah menerapkan ini. Gaung persenjataan Amerika sangat hebat di seluruh dunia. Lalu apa yang mereka dapat? Kegentaran seluruh negara terhadap amerika. Bahasa gampangnya, semuanya takut melawan Amerika. Begitupun ketika Iran maupun Iraq mencoba menyaingi persenjataan Amerika, Amerika langsung getar-getir karena takut posisi persenjataan dirampas. Ya harga diri Amerika terletak pada persenjataannya.
Kurang lebih begitulah kajian tematik yang di akhiri dengan doorprize oleh panitia. Seperti acara Kick Andy, yang di bawah kursi terdapat kertas yang memang telah disiapkan panitia, akan mendapatkan buku secara cuma-cuma.









Comments